Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Selasa, 13 Januari 2026
Mantap, Bupati Gowa Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Serahkan Bantuan Peralatan UMKM

Mantap, Bupati Gowa Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Serahkan Bantuan Peralatan UMKM

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyerahkan bantuan peralatan usaha kepada 221 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Gowa di Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Jalan Kompleks Rumah Jabatan, Selasa (13/1).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan bantuan peralatan UMKM ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penguatan usaha produktif.

“Bantuan ini diberikan agar pelaku UMKM bisa meningkatkan produksi dan pendapatannya. Misalnya jika sebelumnya produksi hanya tiga, dengan adanya peralatan baru dari pemerintah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat dan pasti akan mendorong kreativitas para pelaku usaha,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Gowa itu mengaku, dukungan peralatan yang memadai akan membantu pelaku UMKM menghasilkan produk yang lebih menarik, berkualitas, dan diminati masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

“Inilah tujuan pemerintah hadir membantu masyarakat, agar usaha yang dijalankan berkembang dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga,” tambahnya.

Bupati Talenrang juga menyampaikan bahwa jumlah bantuan tahun ini merupakan yang terbanyak dan diharapkan dapat meningkat di tahun mendapatang.

“Tahun ini meningkat menjadi 221 UMKM karena masuk dalam program prioritas. Insyaallah ke depan akan kita upayakan jumlahnya semakin bertambah agar pendapatan masyarakat kita juga semakin meningkat,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, menjelaskan bahwa program bantuan peralatan UMKM merupakan salah satu Program Prioritas Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (Hati Damai). 

Dimana program ini termasuk dalam program prioritas ke lima dari sembilan program Pemerintah Kabupaten Gowa, yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing UMKM.

“Perkembangan UMKM Kabupaten Gowa tahun 2025 tercatat sebanyak 60.537 UMKM, terdiri dari 56.204 usaha mikro, 3.790 usaha kecil, dan 542 usaha menengah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 58.271 UMKM,” sebutnya.

Mahmuddin menambahkan, total bantuan peralatan disalurkan kepada 221 UMKM tersebar di 18 kecamatan, terdiri dari 141 UMKM perempuan, 80 UMKM laki-laki, termasuk 7 UMKM penyandang disabilitas. 

“Jumlah bantuan ini sangat meningkat dan menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Gowa dalam memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Diharapkan bantuan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta kesejahteraan pelaku UMKM.

Salah satu penerima bantuan, Halijah, pelaku usaha jahit di Katangka, mengaku bersyukur atas bantuan mesin jahit yang diterimanya. 

“Alhamdulillah samgat bersyukur, Insya Allah dengan mesin baru ini kami berharap produksi bisa bertambah. Saat ini saya sudah mempekerjakan dua orang,” katanya.

Selain peralatan jahit, Pemkab Gowa juga menyerahkan bantuan peralatan masak berupa kompor, panci, wajan besar, etalase jualan, gerobak usaha, kompresor, serta berbagai peralatan penunjang lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM dan diserahkan secara bertahap.

Usai menyerahkan secara simbolis, Bupati Gowa didampingi Wakil Ketua DPRD Gowa, Taufik Surullah, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, Camat Somba Opu, Nuraeny Apriyani juga menyerahkan bantuan peralatan dan UMKM Disabilitas kepada Rahmat, warga Kelurahan Pandang-Pandang dan Kasmawati Azis, warga Kelurahan Bonto-Bontoa serta penyerahan bantuan peralatan UMKM perbengkelan kepada Hendra, warga Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu.(RED/MIH/KS)

Rabu, 07 Januari 2026
Senyum Bahagia 3.924 PPPK Paruh Waktu di Gowa Terima SK Pengangkatan Bupati Daeng Talenrang.

Senyum Bahagia 3.924 PPPK Paruh Waktu di Gowa Terima SK Pengangkatan Bupati Daeng Talenrang.

Bupati Gowa Husniah Daeng Talenrang saat memberikan SK PPPK Paruh waktu.

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyerahkan 3.924 SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Lingkup Pemkab Gowa di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Senin (5/1).

Jumlah tersebut terdiri dari 1.005 orang guru, 829 orang tenaga kesehatan dan 2.090 orang tenaga teknis.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang  menyampaikan bahwa penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini menjadi langkah awal Pemkab Gowa di tahun 2026, setelah menutup tahun 2025 dengan mutasi pejabat eselon II.

“Di akhir tahun 2025 kita tutup dengan mutasi eselon II dan di awal tahun 2026 ini kita mulai dengan melantik PPPK Paruh Waktu yang selama ini telah bekerja dan mengabdi di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa. Ini adalah hadiah tahun baru dari pemerintah kepada seluruh PPPK,” ungkap orang nomor satu di Gowa ini.

Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh pegawai yang selama ini telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak lepas dari kolaborasi seluruh pegawai lingkup Pemkab Gowa.

“Kami bangga kepada kalian semua. Pemerintah tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa kolaborasi seluruh pegawai dan ASN lingkup Pemkab Gowa,” tegasnya.

Bupati Talenrang menekankan agar seluruh PPPK Paruh Waktu yang telah menerima SK dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta turut menyukseskan program-program prioritas pemerintah daerah.

“Saudara-saudara semua adalah bagian dari keluarga besar ASN Pemkab Gowa. Kita berdiri pada barisan yang sama, membawa tujuan yang sama dan memikul amanah yang sama, yaitu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Di akhir sambutan, Bupati Gowa mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang menerima SK dan berharap amanah tersebut dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik, disiplin dan bertanggung jawab demi optimalnya pelayanan publik.

Sementara itu, kebahagiaan turut dirasakan para PPPK yang menerima SK. Muhammad Bakri Beta, penjaga sekolah SMPN 1 Bajeng Barat yang telah mengabdi sejak tahun 1988 dengan penghasilan awal Rp 20 ribu, mengaku sangat bahagia, bersyukur dan terharu atas pengangkatan tersebut.

Hal senada disampaikan Rahmawati, Sub PPKBD Kecamatan Bajeng yang telah mengabdi sejak tahun 1998. Ia mengungkapkan rasa syukur dan haru karena akhirnya menerima SK PPPK Paruh Waktu.

“Alhamdulillah, sangat senang, terharu dan bersyukur bisa mendapatkan SK ini,” ucapnya.

Pada penyerahan SK ini Bupati Gowa turut didampingi Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Ketua DPRD Gowa, Muh Ramli Rewa bersama para Wakil Ketua DPRD Gowa, Forkopimda Gowa, para Pimpinan SKPD dan Camat Lingkup Pemkab Gowa.(RED/MIH/KS)

Bupati Daeng Manye Sebut 2026 Adalah Tahun Pelayanan Publik Profesional Menuju Sejahtera.

Bupati Daeng Manye Sebut 2026 Adalah Tahun Pelayanan Publik Profesional Menuju Sejahtera.

TAKALAR (MEDIA INDONESIA HEBAT) Mengawali Tahun 2026, Bupati Takalar Muhammad Firdaus Daeng Manye (M. Firdaus Dg. Manye) memimpin apel pagi perdana bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (5/1/2026), di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa Tahun 2026 ditetapkan sebagai Tahun Pelayanan, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas layanan publik yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Di tahun 2026 ini, saya tanamkan sebagai tahun pelayanan. Selama kurang lebih 10 bulan saya memimpin bersama Wakil Bupati Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, harus ada perubahan dan peningkatan nyata dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap disiplin birokrasi, Bupati Takalar secara langsung memeriksa kelengkapan atribut ASN, termasuk seragam dan topi ASN. Ia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi ditemukan ASN yang mengabaikan kelengkapan atribut kedinasan.

Menurut Bupati, disiplin administrasi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Bupati Firdaus Daeng Manye menekankan bahwa keteladanan pimpinan menjadi kunci dalam menciptakan budaya kerja yang baik di lingkungan pemerintahan.

“Sebagai pimpinan, kita harus menjadi contoh terlebih dahulu, baik dalam kelengkapan atribut maupun dalam menjalankan tugas pelayanan sehari-hari. Pimpinan harus memberi teladan, bukan hanya instruksi,” ujarnya.

Apel pagi perdana ini menjadi penegasan arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Takalar di awal tahun, dengan semangat membangun birokrasi yang disiplin, melayani, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Takalar. (RED/MIH/KS)

Selasa, 06 Januari 2026
Mantap, Launching BLUD RSUD Syekh Yusuf, Pemkab Gowa Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Mantap, Launching BLUD RSUD Syekh Yusuf, Pemkab Gowa Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang resmi melaunching penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Senin (5/1).

Bupati Talenrang menyampaikan bahwa penerapan BLUD merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa di bidang kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Launching BLUD ini kami laksanakan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gowa. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Dirinya mengaku, perubahan status RSUD Syekh Yusuf menjadi BLUD merupakan transformasi dalam pengelolaan keuangan dan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, serta mutu pelayanan. 

“Tujuan utama penerapan BLUD antara lain memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas pelayanan, untuk publik,” tambahnya.

Tak hanya itu, meskipun pengelolaan rumah sakit dilakukan secara mandiri oleh manajemen RSUD melalui skema BLUD, pengawasan tetap dilakukan oleh pemerintah daerah agar pelayanan tetap sesuai standar dan target yang ditetapkan.

“Pengelolaan dilakukan oleh rumah sakit, namun tetap dalam pengawasan pemerintah. Tidak ada lagi yang bekerja di luar target, semuanya harus terukur dan profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Gowa menyebutkan bahwa penerapan BLUD bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu peningkatan kinerja pelayanan publik, fleksibilitas pengelolaan keuangan, serta tata kelola manajemen rumah sakit yang baik.

“Status BLUD bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan. Orientasi utama tetap pelayanan publik dimana harus semakin cepat, mudah, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh jajaran RSUD Syekh Yusuf dapat mengelola BLUD secara profesional, akuntabel, dan transparan, meningkatkan kompetensi tenaga medis dan nonmedis, mengutamakan keselamatan serta kepuasan pasien, serta menjadikan rumah sakit sebagai institusi yang humanis, responsif, dan berintegritas. Selain itu, kerja sama dengan berbagai mitra strategis juga diharapkan terus ditingkatkan.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, menyampaikan bahwa penerapan BLUD merupakan tonggak penting dalam perjalanan RSUD Syekh Yusuf.

“Status BLUD memberikan ruang bagi kami untuk mengelola rumah sakit secara lebih mandiri, fleksibel, dan profesional, namun tetap berorientasi penuh pada pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan status BLUD, tanggung jawab RSUD semakin besar, sehingga pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan pasien, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, memperbaiki sistem manajemen dan tata kelola rumah sakit, serta memberikan pelayanan yang cepat, ramah, adil, dan berintegritas.

“Kami menyadari keberhasilan BLUD tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi oleh komitmen, disiplin, dan budaya kerja seluruh pegawai. Kami juga terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan pelayanan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan penerapan BLUD ini, diharapkan RSUD Syekh Yusuf dapat terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gowa.

Pada launching ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Forkopimda Gowa, dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.(RED/ MIH/KS)

Jumat, 02 Januari 2026
Permandian Jenetallasa Sileo Jadi Favorit Warga Saat Libur Sekolah

Permandian Jenetallasa Sileo Jadi Favorit Warga Saat Libur Sekolah




BAJENG (MEDIA INDONESIA HEBAT) Permandian Jenetallasa Sileo yang terletak di Kecamatan Bareng menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat luas dalam memanfaatkan momen libur sekolah. Dengan beragam wahana yang tersedia, tempat ini menawarkan pilihan hiburan menarik untuk dinikmati bersama keluarga, Sabtu / 3/1/2026.

Permandian Jenetallasa Sileo dikenal dengan kejernihan serta hangatnya mata air alami Sileo yang mampu memanjakan pengunjung yang ingin menikmati liburan dengan suasana nyaman dan menenangkan. Kebersihan kolam terjaga dengan baik, didukung oleh petugas yang berpengalaman di bidang pengelolaan wahana permandian.

Selain itu, pengunjung juga disuguhi hiburan musik live serta berbagai atraksi lainnya. Kolam renang tersedia dalam beberapa tingkatan usia, sehingga aman dan nyaman bagi anak-anak hingga orang dewasa.

HM Ampang selaku pemilik permandian Jenetallasa Sileo mengungkapkan bahwa pihak pengelola terus menghadirkan kejutan dan wahana yang bisa membuat nyaman, bahkan baru agar para pengunjung merasa tenang dan benar-benar menikmati liburan mereka. Keramahan seluruh petugas serta pendampingan di setiap wahana menjadi komitmen utama demi menjaga kepuasan, kegembiraan, dan keselamatan pengunjung.

“Bagi kami, kepuasan dan keselamatan pengunjung adalah yang utama,” pungkas H. Ampang dengan rendah hati melalui WhatsApp messenger pribadinya kepada wartawan media ini. (Redaksi -Kadir Sijaya)

Kamis, 01 Januari 2026
Dari Gowa ke Morowali, Perjalanan Hidup Agus Salim Bersama PT IMIP Selama Lebih dari Satu Dekade.

Dari Gowa ke Morowali, Perjalanan Hidup Agus Salim Bersama PT IMIP Selama Lebih dari Satu Dekade.

Suasana PT IMIP terus berkembang membangun Morowali.

MOROWALI (MEDIA INDONESIA HEBAT) Perjalanan hidup di tanah perantauan penuh dengan cerita perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Hal itulah yang dialami Agus Salim, pria kelahiran Bontolangkasa, Kec Bontonompo Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang 10 tahun tinggalkan orang tuanya, tepatnya 2016 lalu memberanikan diri meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib di Morowali, daerah yang kini dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan terbesar di Indonesia.

PT IMIP menyerap tenaga kerja sehingga tidak menumpuk pengangguran.

Agus Salim mengisahkan, saat dirinya pertama kali tiba di Morowali, perusahaan tambang PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) masih tergolong baru. Berkat bantuan dan rekomendasi orang-orang yang lebih dulu bekerja dan berkarya di kawasan industri tersebut, ia akhirnya diterima bekerja di PT IMIP.

Namun, jalan menuju pekerjaan itu tidak mudah. Pada masa awal perantauan, Agus harus tinggal di rumah penduduk di kawasan transmigrasi. Ia membantu pekerjaan tuan rumah demi bisa bertahan hidup. Selama hampir setahun, hidupnya bisa dibilang terkatung-katung. Jauh dari keluarga, makan seadanya, dan menahan rasa malu karena menumpang di rumah orang lain yang bukan keluarga.


“Namanya merantau, apa pun pekerjaan tuan rumah pasti kita ikut bantu. Walaupun susah, saya bersyukur masih bisa numpang tidur,” ujar Agus mengenang masa-masa sulitnya di Morowali.

Waktu berjalan, tanpa terasa Agus kini telah hampir 10 tahun bekerja di PT IMIP. Perjalanan panjang itu membuatnya menjadi saksi langsung perkembangan pesat perusahaan tambang nikel tersebut. Dari kondisi awal yang masih sederhana hingga kini menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di kawasan timur Indonesia, Agus mengaku melihat dan merasakan sendiri perubahan itu.

Selama 10 tahun bekerja, suka dan duka telah ia lalui. Menurutnya, PT IMIP tidak hanya berkembang secara fisik dan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, Morowali kerap disebut sebagai daerah tujuan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan.

“Dulu perusahaan masih biasa-biasa saja. Sekarang berkembang pesat dan membantu banyak orang untuk bekerja. Sampai sering terdengar, kalau tidak mau menganggur di kampung, pergilah ke Morowali,” tuturnya.

Kini Agus Salim telah resmi menjadi penduduk Morowali. Ia mengantongi KTP salah satu desa di Kabupaten Morowali dan membangun kehidupan bersama istri dan anak-anaknya. Ia juga mengaku telah membeli sebidang tanah dan membangun rumah sederhana agar tidak lagi harus tinggal di kos atau kontrakan. Memang masih jauh dari hidup berlebih, tapi setidaknya PT IMIP telah memberikan pekerjaan sejak bergabung tahun 2016 lalu.

Meski memiliki penghasilan antara Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per bulan, Agus mengakui biaya hidup di Morowali tergolong tinggi sehingga gaji tersebut sering kali habis untuk kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, pendapatan bisa mencapai Rp 8 juta lebih jika lembur dimanfaatkan, namun usia dan tanggung jawab keluarga membuatnya tidak bisa lagi bekerja terlalu maksimal.

“Kalau sudah puluhan tahun kerja, tentu harus ada waktu untuk istri dan anak,” ujarnya.

Dengan penuh rasa syukur, Agus berharap PT IMIP terus berkembang dan mampu memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Ia menilai perusahaan tempatnya bekerja telah menjadi solusi bagi banyak orang untuk bertahan hidup dan memperbaiki ekonomi keluarga.

“Hidup ini memang perjuangan. PT IMIP memberi jalan bagi putra-putri Indonesia untuk bekerja dan hidup lebih baik,” tutup Agus mengenang perjalanan hidupnya sejak hampir 10 tahun lalu hingga kini.(Redaksi)

Rabu, 31 Desember 2025
Viral: Lulus PPPK, Rumah Tangga Retak—Suami Ingin Diceraikan Demi Anak

Viral: Lulus PPPK, Rumah Tangga Retak—Suami Ingin Diceraikan Demi Anak

Istri ceraikan suami dan lebih memilih anak rela berpisah setelah sukses menjadi PPPK.

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Sebuah kisah rumah tangga menyentuh hati sekaligus mengundang perdebatan publik viral di media sosial. Sepasang suami istri yang telah bertahun-tahun hidup bersama, melewati pahit getir kehidupan tanpa jabatan dan status, kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit, perpisahan.

Selama bertahun-tahun, keduanya membangun rumah tangga dalam keterbatasan. Suka dan duka dijalani bersama. Sang suami disebut-sebut selalu memberi dukungan dan dorongan agar istrinya terus berjuang hingga akhirnya berhasil lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Namun, perubahan nasib justru membawa perubahan sikap. Setelah dinyatakan lulus PPPK, sang istri (HSN) merasa telah mampu berdiri sendiri. Ia memilih untuk berpisah dari suaminya dengan alasan lebih mengutamakan masa depan anak. Suaminya dianggap tidak memiliki pekerjaan tetap, tidak menghasilkan, bahkan disebut sebagai beban dalam rumah tangganya.

Keputusan untuk bercerai pun terucap dengan begitu enteng, meski perjalanan panjang telah dilalui bersama. Sang suami, dengan perasaan berat, memilih pasrah. Ia menerima keputusan istrinya dan siap menyingkir, meski hatinya hancur.

Ironisnya, tujuan sang suami sejak awal sederhana: melihat istrinya berhasil dan rumah tangganya bahagia. Namun takdir berkata lain. Ketika keberhasilan itu datang, justru ia harus pergi jauh, kalah oleh pilihan antara anak dan suami yang dianggap tidak lagi berguna dan tak punya penghasilan.

Kisah ini memantik diskusi luas di masyarakat tentang makna kesetiaan, perjuangan bersama, dan arti keberhasilan dalam rumah tangga. Sebuah pengingat bahwa perubahan nasib tak jarang mengubah segalanya—termasuk cinta dan komitmen. (Redaksi)

Random Post

Back To Top