Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Sabtu, 29 November 2025
Pemkab Gowa Jadikan Koperasi Merah Putih Sebagai Model Kelembagaan Modern Ekonomi.

Pemkab Gowa Jadikan Koperasi Merah Putih Sebagai Model Kelembagaan Modern Ekonomi.

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menempatkan penguatan kapasitas kelembagaan koperasi sebagai bagian dari strategi modernisasi ekonomi daerah. Fokus ini kembali ditegaskan oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang pada Penutupan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di BBPP Batangkaluku, Sabtu (29/11).

Bupati Gowa menyatakan bahwa koperasi perlu bergerak memasuki fase baru, yaitu fase profesionalisasi kelembagaan. Menurutnya, tuntutan zaman mengharuskan koperasi tidak lagi harus menjadi institusi ekonomi yang mampu membaca peluang, merumuskan strategi bisnis, dan melindungi kepentingan anggota secara berkelanjutan.

“Kita butuh koperasi yang bekerja dengan cara yang lebih terstruktur dan berbasis pengetahuan,” ujar Bupati Talenrang.

Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas bukan hanya formalitas pelatihan. Olehnya itu, pelatihan ini dirancang untuk memastikan koperasi memiliki fondasi manajerial yang lebih adaptif, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan ekonomi digital.

“Ini tentang menyiapkan fondasi kelembagaan yang mampu bertahan dalam perubahan ekonomi yang cepat. Koperasi Merah Putih harus menjadi rujukan praktik kelembagaan yang sehat dan progresif di Gowa," tambah orang nomor satu di Gowa ini.

Dihadapan 337 peserta pelatihan yang berasal dari pengurus KDMP Se-Kabupaten Gowa, Bupati Talenrang juga mengajak seluruh pengurus untuk mempraktikkan prinsip tata kelola yang transparan dan inklusif.

“Ilmu yang diperoleh harus diwujudkan dalam perubahan operasional, bukan hanya disimpan dalam catatan. Harus terlihat jelas perbedaannya sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan,” tegasnya.

Dengan meningkatnya jumlah koperasi di Kabupaten Gowa, Pemerintah Daerah melihat pentingnya peningkatan kualitas tata kelola agar koperasi tidak hanya eksis secara administratif, tetapi berfungsi optimal sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, menyebut bahwa koperasi kini memainkan peran strategis dalam mengonsolidasikan potensi UMKM di daerah.

“Kelembagaan yang kuat menentukan kemampuan koperasi dalam menghubungkan UMKM dengan pasar dan akses pembiayaan,” ujarnya.

Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan Koperasi Merah Putih dapat memposisikan dirinya sebagai lembaga yang tidak hanya memperluas akses layanan bagi anggota, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah persaingan ekonomi yang semakin terbuka.

"Berbagai pendampingan akan terus disiapkan, termasuk fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kompetensi pengurus, serta integrasi koperasi masuk ke jejaring digital UMKM," tutup Mahmuddin.

Turur hadir pada penutupan kegiatan pelatihan ini, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kamaruddin Samad dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Isma. (RED/MIH/KS)

Jumat, 28 November 2025
Hebat, Gowa Target Jadi Lumbung Pangan Mandiri Sulawesi Selatan

Hebat, Gowa Target Jadi Lumbung Pangan Mandiri Sulawesi Selatan

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menegaskan komitmennya sebagai lumbung pangan mandiri di Sulawesi Selatan melalui kegiatan Panen Raya Padi yang berlangsung di Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo, Jumat (28/11). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menampilkan keberhasilan petani serta konsistensi pemerintah dalam mendukung sektor pertanian sebagai penopang ekonomi Gowa.

Dalam sambutannya, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa Panen Raya adalah bagian penting dari perjalanan panjang Gowa sebagai daerah agraris.

“Pertanian adalah tulang punggung Gowa, sumber kehidupan yang sejak dulu membesarkan kita,” ujar Bupati Talenrang.

Bupati Gowa juga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Gowa yang meningkat signifikan, dari 4,44 persen menjadi 7,68 persen pada Triwulan II 2025, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi sektor pertanian. Peningkatan produktivitas padi yang diperkirakan mencapai 7,8 ton GKP per hektare menjadi bukti nyata efektivitas sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan para petani.

“Hari ini kita memanen padi sebagai bukti kerja keras seluruh unsur yang menjaga kekuatan sektor pertanian kita,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Bupati Gowa memaparkan tiga intervensi utama yang terus diperkuat pemerintah daerah, yaitu penyediaan benih unggul, penguatan pendampingan berbasis teknologi, serta peningkatan konektivitas pasar agar nilai jual komoditas petani semakin baik dan menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama pembangunan.

“Kemandirian petani adalah kunci untuk memastikan Gowa tetap menjadi lumbung pangan yang kuat dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Bupati Talenrang juga menegaskan pentingnya mengajak generasi muda untuk kembali menaruh minat pada sektor pertanian, terutama karena modernisasi alat dan teknologi telah membuka peluang baru yang lebih menjanjikan. Ia mengapresiasi para penyuluh, kelompok tani, serta seluruh pihak yang telah bekerja menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin menyampaikan bahwa potensi lahan yang besar didukung oleh support penuh pemerintah terbukti telah meningkatkan produksi padi dalam 3 tahun terakhir.

"Semoga panen raya ini menjadi motivasi untuk kita terus meningkatkan produktivitas pangan di Kabupaten Gowa sebagai lumbung pangan mandiri di Sulawesi Selatan," tegas Fajar.

Panen Raya ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan dan bantuan berupa motor penyuluh pertanian, benih, pupuk, traktor, power thresher, dan pompa air kepada sejumlah kelompok tani. Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, perwakilan Forkopimda Kabupaten Gowa, anggota DPRD Kabupaten Gowa, Kepala SKPD lingkup Pemkab Gowa, penyuluh, serta para ketua kelompok tani se-Kecamatan Bontonompo.(RED MIH/KS)

Mantap, Perda APBD 2026, Propemperda 2026, dan Perda Penyertaan Modal BUMD Disahkan

Mantap, Perda APBD 2026, Propemperda 2026, dan Perda Penyertaan Modal BUMD Disahkan

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan bahwa penyusunan arah prioritas APBD tahun 2026 dilakukan dengan pendekatan penelaahan data fiskal yang diperbarui, dinamika kebijakan nasional, serta analisis kebutuhan sektoral

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menyampaikan hal ini dalam Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Ranperda APBD Kabupaten Gowa Tahun 2026 di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Gowa, Jumat (28/11). 

Dokumen ini menjadi kerangka kerja penganggaran yang akan mengarahkan prioritas pembangunan daerah secara lebih terukur, adaptif, dan berbasis pada kondisi fiskal aktual.

“Perda APBD 2026 ini merupakan keluaran dari proses koreksi berulang terhadap asumsi fiskal, sehingga setiap angka memiliki rasionalitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bupati Talenrang.

Pendapatan Daerah tahun 2026 ditetapkan mencapai Rp1,883 triliun. Peningkatan ini terutama bersumber dari target PAD yang meningkat menjadi 426,8 miliar. Bupati Gowa menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut diperlukan untuk menjaga kesesuaian dokumen anggaran dengan tren capaian dan perubahan regulasi.

“Ketika parameter fiskal mengalami pergeseran, maka struktur pendapatan wajib disesuaikan. Rasionalisasi pendapatan dilakukan untuk menghindari deviasi antara target dan realisasi,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Penataan Belanja Daerah juga dilakukan melalui penyelarasan dengan kapasitas fiskal. Belanja modal menjadi komponen dengan kenaikan tertinggi, yaitu 33,74 persen, sehingga totalnya mencapai Rp92,99 miliar. Alokasi ini diarahkan pada penguatan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas, dan pelayanan publik berbasis digital. Sementara itu, beberapa program yang dinilai tidak mendesak dijadwalkan ulang untuk menjaga kredibilitas fiskal daerah.

“Seluruh prioritas ini disusun agar APBD mampu menggerakkan pertumbuhan, sekaligus menjaga daya tahan fiskal daerah,” kata orang nomor satu di Gowa ini.

Selain menetapkan Perda APBD 2026, Rapat Paripurna ini juga menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Gowa Tahun 2026 dan Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Je'neberang dan Peraturan Daerah Tentang Perseroan Daerah (Perseroda) Gowa Maju Bersama.

Pemkab Gowa menempatkan penguatan BUMD sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memperluas layanan publik. Penyertaan modal ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang bertujuan menciptakan kenaikan kapasitas layanan, efisiensi operasi, serta kontribusi PAD yang lebih stabil.

Bupati Talenrang menegaskan bahwa penyertaan modal adalah bagian dari desain kebijakan untuk memastikan BUMD memiliki dukungan kelembagaan dan finansial yang memadai.

“BUMD harus menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan dan memberikan layanan publik yang lebih setara,” tambah bupati perempuan pertama di Gowa ini.

Pada sektor layanan dasar, penyertaan modal diarahkan untuk memperkuat instalasi pengolahan air, memperluas jaringan distribusi hingga wilayah terdalam, serta menurunkan tingkat kebocoran air. Sementara itu, Perseroda Gowa Maju Bersama diproyeksikan menjadi pengelola aset dan pengembang lini bisnis daerah yang mampu menambah nilai ekonomi serta berkontribusi pada PAD. Bupati Talenrang menekankan bahwa seluruh kebijakan BUMD pada 2026 akan dilaksanakan dengan prinsip tata kelola yang ketat.

“Penerapan good corporate governance wajib menjadi standar kinerja. Setiap rupiah penyertaan modal harus menghasilkan layanan yang lebih baik, kinerja usaha yang lebih kompetitif, dan manfaat fiskal yang dapat diaudit,” jelasnya.

Ditemui setelah paripurna, Kepala BPKD Kabupaten Gowa, Mahmud, selaku anggota TAPD menyampaikan bahwa proses pembahasan Ranperda berlangsung dengan dinamika yang konstruktif dan menghadirkan sejumlah catatan teknis yang perlu ditindaklanjuti. Namun, seluruh proses dapat diselesaikan secara tepat waktu sehingga Ranperda APBD 2026 dapat ditetapkan pada hari ini.

“Kami optimis dokumen ini sudah mencerminkan arah kebijakan pimpinan daerah. Dinamika yang muncul selama pembahasan justru memperkuat kualitas perencanaannya," jelas Mahmud.

Turut hadir pada rapat paripurna ini, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Ketua DPRD Gowa, Muh Ramli Siddik bersama jajaran wakil ketua dan anggota DPRD Gowa, perwakilan unsur Forkopimda Kabupaten Gowa, para pimpinan SKPD dan Camat Lingkup Pemkab Gowa.(RED/MIH/KS)

Mantap, Selamatkan Generasi, Kolaborasi Tuntas Narkoba: IWO Batam, Disdik, dan BNNK Serbu Sekolah.

Mantap, Selamatkan Generasi, Kolaborasi Tuntas Narkoba: IWO Batam, Disdik, dan BNNK Serbu Sekolah.

 


BATAM (MEDIA INDONESIA HEBAT) Dalam Sambutanya yang penuh semangat, Henri Arulan tidak hanya menyoroti bahaya narkoba, tetapi juga menekankan peran krusial guru dalam membentuk karakter siswa. Ia dengan tegas meminta agar para pendidik menjadi contoh yang baik dan menghindari segala bentuk perundungan verbal.

“Perilaku kita akan menjadi cermin bagi anak-anak. Karena itu, stop menyebut siswa dengan kata-kata tidak pantas seperti ‘bodoh’ atau ‘miskin’ yang dapat melukai mental mereka. Jadilah teladan yang membangun,” tegas Henri.

Henri pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IWO Batam. “Terima kasih atas kepedulian IWO terhadap pelajar kita. Program ini adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi emas yang bersih dari narkoba,” tambahnya. Sekolah Sambut Hangat, BNNK Siap Dukung Penuh

Dukungan terhadap inisiatif IWO Batam juga mengalir dari pihak sekolah dan BNNK. Kepala SMPN 20 Tiban Koperasi, Tengku Fetty Aryanti, S.Pd, menilai program P4GN ini sangat relevan dan dibutuhkan.

“Edukasi bahaya narkoba sejak dini adalah sebuah keharusan. Kami berterima kasih kepada IWO yang telah membantu sekolah dalam memberikan bekal penting ini kepada siswa,” ujar Tengku Fetty.

Sementara itu, Khaerina Fatihma Khairuddin dari BNNK Batam menegaskan kesiapan lembaganya untuk mendukung penuh langkah IWO. “Ini adalah aksi nyata memutus mata rantai narkoba. Kami siap mendukung setiap program P4GN yang dijalankan IWO Batam,” tegas Khaerina. Target 211 Sekolah, IWO Batam Buktikan Komitmen Nyata

Ketua Tim Sosialisasi P4GN sekaligus Wakil Ketua IWO Batam, Ernala Ginting, menegaskan bahwa sosialisasi di SMPN 20 ini bukanlah yang terakhir. Ini adalah langkah kedua dari misi yang jauh lebih besar.

“Target kami jelas: menjangkau 211 sekolah SMP negeri dan swasta di Kota Batam. IWO Batam berkomitmen penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah, hadir langsung memperkuat benteng pertahanan generasi muda kita dari ancaman narkoba,” papar Ernala dengan penuh keyakinan.

Kegiatan yang berlangsung hidup dan penuh partisipasi ini diakhiri dengan harapan besar. Kolaborasi sinergis antara sekolah, pemerintah, BNNK, dan unsur pers ini diyakini akan mempercepat terwujudnya lingkungan pendidikan yang bebas dari narkoba. (RED/MIH/KS)



Ketua IWO Luwu Raya, Desak APH Jaga Integritas dan Kawal Tuntas Proyek Jembatan Malutu, Desa Posi.

Ketua IWO Luwu Raya, Desak APH Jaga Integritas dan Kawal Tuntas Proyek Jembatan Malutu, Desa Posi.

Ketua IWO Kab Luwu, Jumardi.

LUWU (MEDIA INDONESIA HEBAT) Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Luwu Raya, Jumardi, mengeluarkan pernyataan keras yang menyorot langsung kinerja aparat penegak hukum (APH) dalam mengawal proyek Jembatan Malutu, Desa Posi, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Ia menegaskan bahwa publik sudah lelah dengan pola pengawasan yang setengah hati dan meminta APH bertindak profesional tanpa toleransi terhadap dugaan pelanggaran.

Dalam pernyataannya, Jumardi menegaskan bahwa persoalan Jembatan Malutu bukan hanya masalah teknis, tetapi indikasi lemahnya kontrol dan potensi pembiaran.

“APH Luwu jangan main mata dengan siapapun. Proyek Jembatan Malutu harus dikawal serius. Jangan sampai fungsi pengawasan hanya formalitas, sementara kualitas pekerjaan jauh dari harapan warga,” tegas Jumardi.

Ia menilai, viral nya video kerusakan jembatan beberapa waktu lalu adalah bukti bahwa ada sesuatu yang tidak beres sejak awal. Menurutnya, jika pengawasan dilakukan secara benar, masyarakat tidak perlu dibuat cemas dengan konstruksi yang terlihat mencurigakan.

“Jembatan itu urat nadi warga. Kalau dari awal saja sudah muncul keluhan, berarti ada proses yang tidak beres. Dan itu harus menjadi alarm keras bagi APH untuk tidak hanya datang melihat, tapi melakukan tindakan konkret,” ujarnya.

Jumardi juga menyinggung soal integritas dan keberanian APH dalam menangani kasus-kasus yang menyangkut kepentingan publik. Ia menekankan bahwa kebutuhan masyarakat jauh lebih penting daripada kenyamanan pihak tertentu yang mungkin terlibat dalam proyek.

“Publik ingin melihat keberanian APH menegakkan aturan. Kalau ada indikasi penyimpangan, tindak. Jangan tunggu tekanan publik baru bergerak. Integritas itu ditunjukkan lewat tindakan, bukan seremonial,” tambahnya.

Masyarakat Malutu dan sekitarnya disebutnya sudah cukup sabar, namun kesabaran itu tidak boleh disalahartikan sebagai kelengahan. Mereka membutuhkan jembatan yang benar-benar aman, bukan proyek yang penuh tanda tanya.

“Warga sudah jelas meminta agar proyek ini dikawal ketat. Jika APH tidak tegas, kepercayaan publik semakin runtuh. Jangan sampai jembatan ini menjadi contoh kegagalan pengawasan di Luwu,” tegas Jumardi.

IWO Luwu Raya, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan independen dan menyampaikan setiap temuan ke publik sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial.

“Kami tidak akan diam. Ini menyangkut keselamatan warga. Kalau ada yang coba-coba bermain, kami akan angkat ke permukaan,” tutupnya.

Dengan pernyataan keras ini, IWO Luwu Raya berharap APH bertindak tanpa kompromi, memastikan proyek Jembatan Malutu dikerjakan sesuai standar, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-harinya pada jembatan tersebut.(RED/MIH/KS)

Kamis, 27 November 2025
Bupati Gowa Ingin Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Pendidikan

Bupati Gowa Ingin Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Pendidikan



GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter.

Salah satunya melalui program 1 desa/kelurahan/dusun 1 hafidz (Mahasantri) yang kini memasuki masa ta’aruf angkatan kedua di Lembaga Pendidikan Mahasantri (LPM) Kabupaten Gowa, Kecamatan Bajeng, Kamis 9/10.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya berbasis keagamaan.

“Pendidikan sangat penting sebagai dasar peningkatan kualitas SDM. Program ini sangat sinkron dengan semangat Gowa Caradde. Dimana kami mendorong agar anak-anak kita setiap hari meluangkan waktu 15-30 menit sebelum belajar untuk mengaji,” ujarnya.

Ia menyebut, kehadiran LPM nantinya akan mencetak generasi beriman, cerdas, dan berakhlak. Sehingga dirinya mendorong seluruh camat, kepala desa/kelurahan di Gowa untuk mengirimkan anak-anak terbaiknya agar bisa menjadi bagian dari program ini.

“Kedepan pasti kita akan kewalahan karena pendaftar yang semakin banyak dan tertarik. Terlebih nantinya anak-anak kita yang lulus akan menjadi putra/putri kebanggaan daerah ,” tambah orang nomor satu di Gowa ini.

Olehnya dirinya berpesan kepada para Mahasantri angkatan kedua agar menjadi anak yang disiplin, jujur, kompak, dan selalu rendah hati dalam menuntut ilmu.

“Mahasantri bukan hanya dituntut untuk menghafal Al-Qur’an, tapi juga menyeimbangkan kemampuan akademik dan spiritual. Jaga kekompakan dan hubungan emosional di antara kalian,” pesan Bupati Talenrang.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan pelaksanaan masa orientasi bagi angkatan kedua.

Angkatan pertama tercatat berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dengan persentase 71,68 persen dan meraih IPK rata-rata 3,7–3,9, melampaui target yang ditetapkan.

“Angkatan kedua ini diikuti 134 mahasantri yang lulus seleksi ketat, terdiri atas 68 pria dan 66 wanita. Program ini kini dikembangkan hingga tingkat dusun, memperluas capaian dari sebelumnya satu hafidz per desa/kelurahan,” sebutnya.

Selain itu, LPM Gowa juga telah melanjutkan kerja sama strategis dengan UIN Alauddin Makassar dalam penguatan kurikulum akademik dan keagamaan.

Salah satu Mahasantri Asal Desa Maradekayya Kecamatan Bajeng, Alfiah Khaerah Rahman mengaku mengikuti ini karena keinginan sendiri, terlebih dalam pelaksanaannya sejak masuk hingga selesai ditanggung oleh pemerintah.

“Keinginan sendiri dan sebelumnya sudah ada yang masuk. Insya Allah optimis bisa selesai tepat waktu karena program ini sangat baik dan membantu kami yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, apalagi orang tua kami hanya petani,” jelasnya. (RED/MIH/KS)

Mantap, Bupati Gowa Kelilingi Wilayahnya Perbaiki Infrastruktur Untuk Diperbaiki.

Mantap, Bupati Gowa Kelilingi Wilayahnya Perbaiki Infrastruktur Untuk Diperbaiki.

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki kualitas infrastruktur, khususnya di beberapa titik Kecamatan Somba Opu yang merupakan pusat aktivitas masyarakat Kabupaten Gowa.

Beberapa titik tersebut yakni di Jalan Kacong Dg Lalang (Dekat Patung Massa), Jalan Andi Makkawari (Jalan Penghubung Tun Abdul Razak dan Antang) dan Jalan Andi Tonro (Samping Kantor Pengadilan Negeri Sungguminasa).

“Titik ini memang kerap dikeluhkan oleh masyarakat sehingga kami akan meningkatkan, memperbaiki atau merawat kondisi dan kualitas jalan yang sudah ada seperti pengaspalan ulang, perbaikan lubang, pelebaran serta peningkatan drainase untuk memastikan kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, efisiensi transportasi barang dan jasa serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat meninjau titik itu, Rabu (17/9).

Sebagai bentuk komitmennya, Pemkab Gowa mulai melakukan pembersihan atau pengangkatan sedimen pada saluran drainase di Jalan Andi Tonro sambil menunggu pengerjaan paving blok dilakukan yang ditargetkan akan mulau berjalan pada Oktober mendatang.

“Insya Allah dalam beberapa bulan kedepan akan mulus, namun memang di Jalan Kacong Dg Lalang itu kewenangan provinsi sehingga kita hanya lakukan penanganan sementara dengan penambalan, tapi di Jalan Andi Makkawari dan Andi Tonro itu sudah dianggarkan sehingga tahun ini semua akan dikerjakan,” jelasnya saat meninjau langsung didampingi Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Muhammad Rusdi mengatakan total pengerjaan jalan yang akan dilakukan pada 2025 sepanjang 56 Kilometer (KM), termasuk pada beberapa titik yang ditinjau di Kecamatan Somba Opu.

“Semua yang kita kunjungi bersama ibu bupati tahun ini pengerjaannya, Jalan Andi Makkawari akan dilakukan pengaspalan ulang, Jalan Andi Tonro akan dipasang paving blok. Sudah masuk penganggaran, ada yang sudah berjalan dan ada yang baru mau mulai karena anggaran perubahan. Insya Allah semua tahun ini selesai,” pungkasnya.(RED /MIH/KS)

Random Post

Back To Top